Konsultasi awal gratis untuk panitia masjid

WhatsApp 0851-2999-6515

Masjid Jami’ Banjarmasin Arsitektur Klasik Khas Budaya Banjar

Masjid Jami’ Banjarmasin adalah salah satu masjid bersejarah yang menjadi saksi penting perkembangan Islam di Kota Banjarmasin, Kalimantan Selatan. Masjid ini awalnya dibangun pada tahun 1195 Hijriah atau sekitar 1777...

Masjid Jami’ Banjarmasin Arsitektur Klasik Khas Budaya Banjar

Masjid Jami’ Banjarmasin adalah salah satu masjid bersejarah yang menjadi saksi penting perkembangan Islam di Kota Banjarmasin, Kalimantan Selatan. Masjid ini awalnya dibangun pada tahun 1195 Hijriah atau sekitar 1777 Masehi di tepi Sungai Martapura, pada masa pemerintahan Pangeran Tamjidillah. Pendirian masjid dilakukan secara gotong royong oleh masyarakat Banjar, baik melalui sumbangan harta benda, hasil pertanian, hingga tenaga kerja untuk membangun pondasi dan struktur awal masjid. Sebuah prasasti bertuliskan huruf Arab-Melayu kini dipasang di samping mimbar sebagai bukti sejarah berdirinya masjid ini.

Karena abrasi tanah di sekitar sungai, masjid kemudian dipindahkan ke lokasi yang lebih aman di Kelurahan Antasan Kecil Timur, Banjarmasin Utara, pada tahun 1934. Pemindahan dan pembangunan kembali juga dilakukan secara swadaya masyarakat yang dipimpin tokoh setempat Mufti H. Ahmad Kusasi. Walaupun mengalami beberapa kali renovasi, bentuk asli dan nilai historis masjid tetap dipertahankan hingga kini.

Desain Arsitektur Masjid Jami’ Banjarmasin

Arsitektur Masjid Jami’ Banjarmasin merupakan perpaduan gaya Timur Tengah, Banjar lokal, dan pengaruh kolonial Belanda. Bangunan ini didominasi oleh bahan kayu ulin, jenis kayu keras khas Kalimantan yang terkenal tahan lama.

Secara visual, struktur masjid memiliki elemen atap berlapis hingga 5 tingkatan dengan puncak kubah yang mencolok. Atap berjenjang ini bukan sekadar estetika, tetapi juga memiliki makna filosofis. Pada bagian atap yang lebih rendah terdapat dinding pembatas dengan jendela-jendela yang mengelilingi bangunan, memberikan ventilasi dan pencahayaan alami ke dalam ruang utama.

Baca juga: Masjid Agung Darussalam Temanggung Gunakan Teknologi Konstruksi Kubah Terbaru

Jumlah pintu masuk utama mencapai puluhan, sekitar 41 pintu yang berfungsi memudahkan jamaah masuk dan keluar, terutama ketika masa salat Jumat atau acara besar berlangsung. Sementara tiang-tiang utama penyangga berjumlah 17, yang melambangkan jumlah rakaat dalam salat fardhu lima waktu sehari.

Selain itu, meski mengalami sejumlah renovasi, struktur asli masjid tetap dipertahankan, dengan memperkuat bahan yang sudah rapuh namun tidak mengubah bentuk dasar bangunan, sehingga nilai sejarahnya tetap terjaga.

Interior dan Dekorasi Masjid

Bagian interior Masjid Jami’ Banjarmasin kaya akan unsur tradisional dan lokal yang kuat. Dominasi kay ulin pada dinding, tiang, serta struktur atap menciptakan suasana hangat dan natural khas Bangunan Islam tradisional Nusantara. Kayu ini juga dipilih karena ketahanannya terhadap cuaca tropis dan serangan rayap, sehingga cocok bagi bangunan bersejarah.

Dekorasi interiornya banyak memadukan unsur ukiran tradisional khas Banjar, berupa motif floral dan sulur yang tersusun rapi di beberapa bagian ruang utama. Motif ini selain memberikan estetika juga mencerminkan apresiasi terhadap keindahan dalam seni Islam.

Mihrab masjid dilengkapi dengan mimbar kayu ulin bersejarah, yang menjadi saksi perjalanan ibadah berjamaah selama berabad-abad. Mimbar ini kuat secara konstruksi dan memiliki nilai simbolis dalam sejarah masjid sebagai tempat khutbah Jumat dan kajian umat.

Dominasi warna hijau dan cokelat alami pada eksterior serta interior masjid juga menciptakan kesan damai dan sejuk, sesuai dengan makna spiritual rumah ibadah. Ukiran serta ornamen yang tak terlalu berlebihan memberi keseimbangan antara fungsi dan estetika memberikan kenyamanan bagi para jamaah yang beribadah maupun yang hadir dalam kegiatan keagamaan lain.

Peran Sosial dan Kebudayaan

Selain sebagai tempat salat, Masjid Jami’ Banjarmasin juga berfungsi sebagai pusat dakwah, pendidikan, dan aktivitas sosial. Di sekitar kompleks masjid, terdapat fasilitas pendidikan seperti taman pendidikan Al-Qur’an (TPA) serta berbagai kegiatan keagamaan dan pembinaan umat yang rutin diselenggarakan.

Penutup

Secara keseluruhan, Masjid Jami’ Banjarmasin bukan sekadar bangunan tempat ibadah, tetapi juga simbol sejarah panjang Islam di Kalimantan Selatan. Dengan arsitektur yang memadukan gaya lokal dan pengaruh luar, interior yang kaya ornamen tradisional, serta peran sosialnya yang aktif, Masjid Jami’ Banjarmasin ini terus menjadi pusat spiritual dan budaya masyarakat Banjarmasin hingga kini.

Cari Pengrajin atau Kontraktor Kubah Masjid atau Musholla?

Hubungi tim kami untuk simulasi harga gratis & survei lokasi.

Cari Kubah Masjid Terdekat? kubahmasjidmurah.com Jawabannya!

Kami melayani seluruh kota diseluruh Indonesia. Kami siap datang ke lokasi Anda dan membantu mulai dari perencanaan, pembuatan, hingga pemasangan kubah masjid yang kokoh dan indah.

Konsultasi Sekarang!

Dapatkan kubah masjid berkualitas dengan harga terjangkau dan pelayanan terdekat dari tim ahli kami

Butuh Rekomendasi Untuk Proyek Masjid?

Kirim ukuran, foto bangunan, lokasi, serta anggaran panitia. Tim akan membantu memberi arah awal.

Konsultasi via WhatsApp