Masjid Islamic Center Samarinda merupakan salah satu struktur arsitektur paling monumental yang berdiri megah di Kota Samarinda, Provinsi Kalimantan Timur. Sebagai pusat peradaban dan syiar Islam, rumah ibadah ini bukan sekadar tempat menunaikan salat, melainkan telah menjelma menjadi ikon pariwisata religi global. Struktur bangunannya yang spektakuler menduduki peringkat sebagai masjid terbesar kedua di Asia Tenggara setelah Masjid Istiqlal di Jakarta. Menghadap langsung ke arah aliran Sungai Mahakam, kompleks ini memancarkan keagungan yang memikat hati setiap mata yang memandangnya, baik masyarakat lokal maupun wisatawan domestik dan mancanegara.
Masjid Islamic Center Samarinda memiliki latar belakang sejarah panjang yang merefleksikan semangat spiritualitas mendalam dari para pemimpin dan masyarakat Kalimantan Timur. Ide awal pembangunan pusat pengembangan Islam ini pertama kali dicetuskan oleh Gubernur Kalimantan Timur era 1970-an, Brigjen TNI (Purn) H. Abdul Wahab Syachranie, pasca-kesuksesan penyelenggaraan MTQ Nasional ke-IX tahun 1976. Gagasan mulia tersebut kemudian dimatangkan secara konseptual melalui pengadaan lahan strategis oleh Gubernur H.M. Ardans, S.H. pada tahun 1997. Estafet perjuangan ini akhirnya diwujudkan secara konkret di bawah kepemimpinan Gubernur H. Suwarna Abdul Fatah yang terinspirasi langsung setelah menunaikan ibadah di Masjid Nabawi, Madinah.
Baca juga: Masjid Agung Al-Istiqamah Kuala Tungkal dengan Kubah Biru Menawan
Konstruksi resmi dimulai dengan pemancangan tiang pertama pada tanggal 5 Juli 2001 oleh Wakil Presiden Republik Indonesia kala itu, Megawati Soekarnoputri. Proses pembangunan yang memakan waktu sekitar tujuh tahun dengan dana APBD multi-years sebesar Rp400 miliar tersebut akhirnya diresmikan oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono pada tanggal 16 Juni 2008. Kompleks Masjid Islamic Center Samarinda yang berdiri di atas lahan seluas 7,2 hektare bekas area penggergajian kayu PT Inhutani I ini secara formal diberi nama Masjid Baitul Muttaqin pada tahun 2014, dan statusnya dinaikkan menjadi Masjid Raya Provinsi pada tahun 2022.
Sejarah dan Perkembangan Kawasan Masjid Islamic Center Samarinda
Perjalanan panjang berdirinya pusat dakwah ini menunjukkan dedikasi lintas generasi yang matang. Dari wacana pasca-MTQ tahun 1976, perencanaan fisik terus digulirkan agar Kalimantan Timur memiliki pusat pengembangan rohani yang seimbang dengan pembangunan jasmani. Kompleks ini sengaja dibangun di lokasi strategis tepi sungai agar mudah diakses dan menjadi landmark utama. Guna mendukung aktivitas umat secara komprehensif, badan pengelola mengintegrasikan berbagai fasilitas modern di sekitar lingkungan Masjid Islamic Center Samarinda, mulai dari fasilitas pendidikan seperti TK dan SD Al-Fath, poliklinik kesehatan, gedung serba guna untuk resepsi, asrama atau mess bagi tamu, ruang perpustakaan, hingga studio penyiaran Radio-TV Islamic Center.
Arsitektur dan Interior yang Menakjubkan
Secara teknis, kemegahan bangunan utama Masjid Islamic Center Samarinda ini dirancang dengan luas lantai mencapai sekitar 43.560 meter persegi yang terbagi secara fungsional. Area lantai basement seluas 10.235 meter persegi dialokasikan sebagai lahan parkir kendaraan terpadu, sedangkan lantai dasar dimanfaatkan sebagai ruang pertemuan serbaguna ber-AC yang mampu menampung hingga 4.000 orang. Ruang ibadah utama di lantai dua memiliki kapasitas masif yang sanggup menampung hingga 10.000 jamaah secara bersamaan, ditambah dengan area mezanin (balkon) yang dapat mengakomodasi 2.000 jamaah tambahan.
Keunikan struktural yang paling menonjol terletak pada keberadaan menara di sekeliling bangunan. Menara utama yang berdiri kokoh setinggi 99 meter mempresentasikan filosofi Asmaul Husna dan terdiri dari 15 lantai yang dapat diakses untuk menikmati panorama keindahan alam sekitar dari ketinggian. Sementara itu, enam menara penunjang lainnya melambangkan rukun iman, yang terdiri dari empat menara setinggi 70 meter di sudut-sudut Masjid Islamic Center Samarinda dan dua menara setinggi 57 meter di bagian pintu gerbang luar. Unsur interior lantai utama juga dilengkapi dengan eskalator, lift khusus difabel, serta sebuah beduk raksasa unik berdiameter 180 sentimeter yang dipahat langsung dari sebatang pohon utuh hutan Kalimantan.
Dekorasi dan Ornamen Estetis Islami
Keindahan estetika visual Masjid Islamic Center Samarinda ini terpancar dengan sangat kuat melalui adopsi elemen dekorasi klasik-modern yang terinspirasi dari arsitektur Timur Tengah. Kubah utama raksasa yang memiliki diameter luar mencapai 45 meter dirancang mengadopsi pola artistik khas Masjid Nabawi di Madinah, dengan kombinasi warna hijau, kuning, dan putih yang sangat kontras dan megah. Pada bagian dalam kubah, ruangan dipercantik dengan hamparan seni kaligrafi ayat-ayat suci Al-Qur’an termasuk tulisan Ayat Kursi yang melingkar indah secara presisi, berpadu harmonis dengan instalasi lampu gantung kristal yang mewah.
Dinding bagian mihrab dan mimbar khotbah dirancang dengan detail ornamen geometris islami yang rumit namun elegan, menciptakan atmosfer interior yang luar biasa syahdu dan khusyuk saat ibadah berlangsung. Ketika malam hari tiba, keanggunan dekorasi eksterior dipertegas oleh sistem tata lampu sorot modern sebanyak 211 buah yang menyelimuti seluruh struktur menara dan kubah, memproyeksikan kilauan cahaya indah yang memukau di sepanjang tepian Sungai Mahakam.

Cari Pengrajin Atau Kontraktor Kubah Masjid Atau Musholla?
Hubungi tim kami untuk simulasi harga gratis & survei lokasi.
Cari Kubah Masjid Terdekat? kubahmasjidmurah.com Jawabannya!
Kami melayani seluruh kota diseluruh indonesia. Kami siap datang ke lokasi Anda dan membantu mulai dari perencanaan, pembuatan, hingga pemasangan kubah masjid yang kokoh dan indah.
Konsultasi Sekarang
Dapatkan kubah masjid berkualitas dengan harga terjangkau dan pelayanan terdekat dari tim ahli kami.