Konsultasi awal gratis untuk panitia masjid

WhatsApp 0851-2999-6515

Masjid Agung Ad-Durrun Nafis Memiliki Keindahan Aristektur dan Mempesona

Masjid Agung Ad-Durrun Nafis merupakan salah satu bangunan ikonik yang berada di Kabupaten Sukamara, Kalimantan Tengah. Berdiri di kawasan Lapangan Mini Sukamara, masjid ini tidak hanya berfungsi sebagai tempat ibadah,...

Masjid Agung Ad-Durrun Nafis Memiliki Keindahan Aristektur dan Mempesona

Masjid Agung Ad-Durrun Nafis merupakan salah satu bangunan ikonik yang berada di Kabupaten Sukamara, Kalimantan Tengah. Berdiri di kawasan Lapangan Mini Sukamara, masjid ini tidak hanya berfungsi sebagai tempat ibadah, tetapi juga menjadi pusat berbagai aktivitas keagamaan dan sosial masyarakat. Bangunannya yang megah dengan dominasi warna kuning emas membuat masjid ini mudah dikenali sekaligus menjadi salah satu landmark daerah.

Masjid Agung Ad-Durrun Nafis memiliki perjalanan pembangunan yang cukup panjang sebelum akhirnya dikenal dengan nama tersebut. Masjid ini juga mempunyai kapasitas besar dan lingkungan yang mendukung berbagai aktivitas masyarakat. Keberadaannya bahkan terintegrasi dengan kawasan olahraga dan menjadi bagian dari kehidupan masyarakat Sukamara, baik untuk kegiatan keagamaan maupun aktivitas sosial.

Sejarah Masjid Agun Ad-Durrun Nafis

Pembangunan Masjid Agung Ad-Durrun Nafis dimulai pada 2013, ketika Kabupaten Sukamara berada di bawah kepemimpinan Bupati Ahmad Dirman dan Wakil Bupati Windu Subagio. Pada awalnya, pembangunan ditargetkan selesai pada 2017. Namun, proses pengerjaan mengalami beberapa tahapan sehingga bangunan belum sepenuhnya rampung pada waktu yang direncanakan. Masjid mulai digunakan untuk kegiatan peribadatan pada 2019, sementara penyelesaian sejumlah bagian bangunan masih terus dilakukan.

Baca juga: Masjid Tiban Malang: Menguak Kisah Gaib, Makna Arsitektur, dan Kubah Memukau

Masjid Agung Ad-Durrun Nafis ini berdiri di atas lahan milik Pemerintah Kabupaten Sukamara dengan luas sekitar 60.000 meter persegi. Bangunan utamanya memiliki luas sekitar 5.000 meter persegi dan terdiri atas satu lantai dasar serta dua lantai utama. Dengan rancangan bertingkat dan kapasitas sekitar 7.000 jemaah, keberadaannya dirancang untuk memenuhi kebutuhan ibadah masyarakat dalam skala besar.

Nama Ad-Durrun Nafis baru ditetapkan secara resmi pada 2023. Penetapan tersebut dilakukan melalui proses musyawarah yang melibatkan tokoh agama dan masyarakat. Nama Ad-Durrun Nafis dimaknai sebagai permata yang indah, sejalan dengan identitas Sukamara yang dikenal sebagai Kota Permata. Peresmian nama ditandai dengan penandatanganan prasasti oleh Bupati Sukamara Windu Subagio pada Juli 2023.

Arsitektur & Interior

Dari sisi arsitektur, Masjid Agung Ad-Durrun Nafis mengusung konsep modern dengan bangunan bertingkat. Fasadnya tampil monumental melalui penggunaan warna kuning emas yang menjadi karakter visual utama. Proporsi bangunan yang besar juga mendukung fungsi masjid sebagai tempat ibadah sekaligus pusat kegiatan masyarakat.

Bagian interior masjid memberikan kesan berbeda melalui penggunaan warna yang kuat. Dokumentasi visual yang tersedia memperlihatkan nuansa merah pada sejumlah bagian interior, memberikan karakter tersendiri pada ruang ibadah. Sementara itu, bagian kubah utama menjadi salah satu elemen yang paling menonjol. Kubah tersebut berukuran besar, didominasi warna kuning emas, serta dihiasi tulisan Arab berwarna merah.

Untuk material kubah, sumber yang tersedia belum menyebutkan secara pasti apakah menggunakan galvalum, enamel, aluminium, atau material lainnya. Karena itu, informasi material tidak dapat dipastikan hanya berdasarkan tampilan visual. Meski demikian, keberadaan proyek Masjid Agung Sukamara pada situs penyedia jasa kubah menunjukkan bahwa bangunan ini memang tercatat dalam portofolio proyek industri kubah masjid.

Dekorasi

Unsur dekoratif Masjid Agung Ad-Durrun Nafis terlihat terutama melalui perpaduan warna emas dan merah. Kubah utama menjadi titik perhatian karena warna emasnya berpadu dengan tulisan Arab merah sehingga menciptakan tampilan yang kontras dan mudah dikenali. Warna tersebut sekaligus memberikan kesan megah pada bangunan dari kejauhan.

Keindahan masjid tidak hanya berasal dari bangunannya, tetapi juga dari lingkungan yang mengelilinginya. Kawasan masjid berada dalam kompleks yang dilengkapi lapangan sepak bola, basket, tenis, lintasan lari, hingga fasilitas olahraga lainnya. Area tersebut membuat lingkungan masjid menjadi ruang publik yang ramai digunakan masyarakat, terutama pada pagi dan sore hari.

Fungsi sosialnya juga terus berkembang. Masjid ini pernah menjadi salah satu lokasi penyelenggaraan Seleksi Tilawatil Qur’an tingkat Provinsi Kalimantan Tengah pada 2015. Dalam perkembangannya, halaman masjid juga digunakan untuk kegiatan masyarakat, termasuk manasik haji dan berbagai agenda keagamaan.

Dengan perpaduan arsitektur modern, warna khas, kapasitas besar, dan lingkungan yang aktif, Masjid Agung Ad-Durrun Nafis tidak hanya menjadi tempat beribadah. Masjid ini telah berkembang menjadi salah satu simbol kehidupan religius sekaligus ikon Kabupaten Sukamara yang memiliki daya tarik tersendiri bagi masyarakat maupun pengunjung dari luar daerah.

Cari Pengrajin Atau Kontraktor Kubah Masjid Atau Musholla?

Hubungi tim kami untuk simulasi harga gratis & survei lokasi.

Cari Kubah Masjid Terdekat? kubahmasjidmurah.com Jawabannya!

Kami melayani seluruh kota diseluruh indonesia. Kami siap datang ke lokasi Anda dan membantu mulai dari perencanaan, pembuatan, hingga pemasangan kubah masjid yang kokoh dan indah.

Konsultasi Sekarang

Dapatkan kubah masjid berkualitas dengan harga terjangkau dan pelayanan terdekat dari tim ahli kami.

Butuh Rekomendasi Untuk Proyek Masjid?

Kirim ukuran, foto bangunan, lokasi, serta anggaran panitia. Tim akan membantu memberi arah awal.

Konsultasi via WhatsApp