Konsultasi awal gratis untuk panitia masjid

WhatsApp 0851-2999-6515

Masjid Agung Sumber, Mengungkap Pesona Masjid Bersejarah Cirebon

Masjid Agung Sumber merupakan salah satu masjid penting di Kabupaten Cirebon, Jawa Barat, yang berada di Jalan Sunan Drajat, kawasan Kompleks Perkantoran Pemerintah Daerah Kabupaten Cirebon. Keberadaannya tidak hanya menjadi...

Masjid Agung Sumber, Mengungkap Pesona Masjid Bersejarah Cirebon

Masjid Agung Sumber merupakan salah satu masjid penting di Kabupaten Cirebon, Jawa Barat, yang berada di Jalan Sunan Drajat, kawasan Kompleks Perkantoran Pemerintah Daerah Kabupaten Cirebon. Keberadaannya tidak hanya menjadi pusat kegiatan ibadah masyarakat Sumber, tetapi juga berfungsi sebagai ruang kegiatan sosial, pendidikan, dan keagamaan. Masjid ini memiliki kapasitas sekitar 2.500 jamaah dan berdiri di atas lahan seluas 10.916 meter persegi.

Masjid Agung Sumber mulai dibangun pada November 1988 atas prakarsa Pemerintah Kabupaten Cirebon. Peletakan batu pertama dilakukan oleh Bupati Cirebon saat itu, Kol. Art. H. Suwendho. Pembangunan sempat berlangsung lambat akibat keterbatasan dana serta tenaga ahli. Setelah dukungan dari pihak swasta dan penggalangan dana semakin intensif pada 1992, proses pembangunan kembali berjalan lebih cepat hingga akhirnya selesai dan diresmikan pada 29 September 1993 oleh Gubernur Jawa Barat, Mayjen TNI (Pur.) R. Nana Nuriana.

Sejarah Masjid Agung Sumber

Perjalanan pembangunan Masjid Agung Sumber memperlihatkan proses panjang dalam menghadirkan sebuah pusat ibadah yang representatif bagi masyarakat Kabupaten Cirebon. Masjid ini dibangun di atas tanah milik Pemerintah Daerah Kabupaten Cirebon dengan luas bangunan sekitar 2.393,50 meter persegi. Bangunannya terdiri atas dua lantai yang dirancang tidak hanya untuk kegiatan salat, tetapi juga berbagai aktivitas pendukung kehidupan keagamaan.

Baca juga: Masjid Agung Kalianda Sejarah, Arsitektur, dan Daya Tariknya

Dalam perkembangannya, masjid mengalami sejumlah renovasi dan penambahan fasilitas. Perbaikan dilakukan pada sistem tata suara, penghawaan, plafon, ruang serbaguna, tempat wudu, kamar mandi, hingga pengecatan bangunan. Ornamen pada kubah juga mengalami pembaruan sehingga tampilan masjid dapat terus disesuaikan dengan kebutuhan dan perkembangan zaman.

Salah satu perkembangan paling menonjol adalah pembangunan menara. Proses pembangunan menara dimulai sekitar 2011 dan sempat terhenti karena keterbatasan anggaran. Setelah melalui proses panjang, menara akhirnya dapat diselesaikan dan diresmikan pada 22 Desember 2023. Peresmian tersebut disertai kegiatan tabligh akbar yang dihadiri masyarakat dari Kecamatan Sumber dan wilayah sekitarnya.

Arsitektur & Interior

Masjid Agung Sumber mengusung gaya arsitektur yang mendapat pengaruh Timur Tengah. Salah satu elemen yang paling mudah dikenali adalah keberadaan kubah sebagai bagian penting dari komposisi atap bangunan. Data arsitektural mencatat masjid ini memiliki satu kubah dan satu menara.

Bangunan utama memiliki dua lantai dengan ruang salat sebagai pusat aktivitas. Selain itu, tersedia ruang serbaguna, perpustakaan, sekretariat Dewan Kemakmuran Masjid (DKM), Dewan Masjid Indonesia (DMI), organisasi remaja masjid, serta Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur’an (LPTQ). Kelengkapan tersebut menunjukkan bahwa masjid dirancang sebagai pusat aktivitas keislaman, bukan sekadar tempat melaksanakan ibadah rutin.

Dari sisi fasilitas, masjid juga memiliki lima unit tempat wudu, enam kamar mandi atau toilet, serta halaman parkir yang cukup luas. Renovasi bagian dalam dilakukan untuk meningkatkan kenyamanan jamaah, termasuk pembaruan tata suara, sistem penghawaan, plafon, kipas, dan interior.

Dekorasi dan Nilai Estetika

Elemen dekoratif menjadi bagian yang turut memperkuat karakter Masjid Agung Sumber. Pembaruan pada ornamen kubah memberikan aksen visual yang lebih menonjol pada bagian atas bangunan. Sementara itu, perubahan interior dilakukan bersamaan dengan pembangunan dan penyelesaian menara untuk menghadirkan suasana ruang yang lebih nyaman dan representatif.

Area sekitar menara juga mendapatkan sentuhan dekoratif berupa gapura bercorak Cirebon dan Payung Madinah. Kehadiran kedua elemen tersebut menciptakan perpaduan antara identitas lokal dan nuansa arsitektur Islam yang lebih luas. Menara kemudian menjadi salah satu landmark visual baru di lingkungan Kompleks Perkantoran Pemerintah Kabupaten Cirebon.

Lebih dari tiga dekade setelah pembangunan awalnya, Masjid Agung Sumber tetap memiliki peran penting bagi masyarakat. Pemanfaatan menara juga diarahkan untuk berbagai kegiatan lembaga keagamaan. Pada peresmian menara tahun 2023, pengurus menyebut terdapat sejumlah lembaga yang telah mendaftarkan diri untuk menggunakan fasilitas tersebut.

Dengan sejarah pembangunan yang panjang, fasilitas yang lengkap, kubah sebagai elemen arsitektural utama, serta menara yang kini menjadi landmark kawasan, Masjid Agung Sumber menjadi salah satu representasi penting kehidupan keagamaan di Kabupaten Cirebon. Masjid ini bukan hanya menghadirkan ruang ibadah, tetapi juga menjadi tempat masyarakat membangun aktivitas pendidikan, sosial, dan dakwah secara berkelanjutan.

Cari Pengrajin atau Kontraktor Kubah Masjid atau Musholla?

Hubungi tim kami untuk simulasi harga gratis & survei lokasi.

Cari Kubah Masjid Terdekat? kubahmasjidmurah.com Jawabannya!

Kami melayani seluruh kota diseluruh Indonesia. Kami siap datang ke lokasi Anda dan membantu mulai dari perencanaan, pembuatan, hingga pemasangan kubah masjid yang kokoh dan indah.

Konsultasi Sekarang!

Dapatkan kubah masjid berkualitas dengan harga terjangkau dan pelayanan terdekat dari tim ahli kami

Butuh Rekomendasi Untuk Proyek Masjid?

Kirim ukuran, foto bangunan, lokasi, serta anggaran panitia. Tim akan membantu memberi arah awal.

Konsultasi via WhatsApp